ACQUIRING KNOWLEDGE MANAGEMENT

BINUS Online Learning

Knowledge Management

Pertemuan 05

Tugas Pribadi 4


Berikan penjelasan dan sertai dengan contoh atau alasan untuk mendukung pandangan anda tentang aspek-aspek berikut :

(perhatikan untuk menjelaskan dan bukan menterjemahkan sesuai dengan isi slide)

  1. Jelaskan beda dari 3 knowledge goal yang ada (Stretegic, operational, normatif)
  2. Jelaskan perbedaan antara knowledge identification dan knowledge acquisition
  3. Jelaskan beda dari 3 pendekatan dalam knowledge identification (Struktural, activities, behavioral)
  4. Jelaskan bagaiman cara menghasilkan fitur dengan melihat dari knowledge goal dan knowledge identification
  5. Apa itu knowledge map ? berikan contohnya ? Untuk tipe knowledge seperti apa (lihat pertanyaan nomor 3) yang cocok untuk knowledge map, berikan penjelasannya.


Jawaban

1.      Menurut saya perbedaan antara 3 knowledge goal yang ada (Stretegic, operational, normatif) adalah:

  • Knowledge goal dengan strategic management dimana perusahaan dalam menentukan goalnya berpedoman pada hal-hal yang mempengaruhi perusahaan seperti posisinya di pasar dan persaingan. Dalam kasus ini pastilah sebuah perusahaan mempunyai visi dan misi, maka hal itu lah yang bisa dijadikan acuan. Knowledge Management yang harus dibuat harus jelas dalam jangka panjang memberi pengaruh percepatan (akselerasi) yang diharapkan dengan adanya strategic management dapat lebih spesifik pada sasaran sehingga goal pun dapat mudah tercapai dalam jangka waktu yang pendek.
  • Knowledge goal Operational management dimana sasarannya lebih terlihat jelas dalam system sehingga mudah diukur dan terlihat tingkat pencapaian dalam proses sehari-hari bisa juga berpengaruh pada pasar dan persaingan tapi pada sisi operasionalnya, seperti layanan informasi ke pelanggan penyiapan knowledge operasionalnya berbeda degan knowledge center di organisasi;
  • Knowledge goal Normative management dimana goal yang dihasilkan diperoleh dari factor budaya agar orang-orang terbiasa memberikan knowledge yang dimiliki kepada orang lain. Dimana dibudayakan system share knowledge antar karyawannya(shating knowledge).

2.      Menurut saya perbedaan antara knowledge identification dan knowledge acquisition adalah:

Pada Knowledge Identification, dimana mencari knowledge tentang apa yang harus diidentifikasi secara lengkap berdasarkan kebutuhan perusahaan dengan cara menganalisa atau melihat knowledge di dalam perusahaan  internalnya maupun sekitarnya (external) dengan target transparasi knowledge perusahaan yang ada. Selain ini, knowledge ini juga diidentifikasi untuk menentukan peringkat semua bagian sesuai dengan tingkat kepentingannya dalam proses selanjutnya. Dalam setiap bagian akan diajukan pertanyaan utama. Dan juga akan dipecah-pecah menjadi Sub-pertanyaan untuk mempermudah dalam menjawab pertanyaan utama. Berdasarkan pada jawaban yang diberikan untuk sub-pertanyaan, sistem akan meringkas dan memberikan jawaban yang disarankan untuk pertanyaan utama bagi pengguna. Proses ini dapat dipandang sebagai sebuah identifikasi terhadap knowledge. Oleh karena itu, pengetahuan yang diidentifikasi di sini adalah metode atau formula untuk memungkinkan sistem untuk dibuat dengan rekomendasi hasil yang diperoleh. Untuk meringkas, pengetahuan diidentifikasi untuk sistem harus tertanam dalam bentuk elektronik, di mana sebuah metode atau formula akan diterapkan untuk jawaban untuk menyimpulkan kualitas yang dihasilkan.

Knowledge Acquisition, diperoleh dari sisi luar perusahaan untuk melihat knowledge apa saja di luar perusahaan yang akan berguna. Disini kita melihat faktor knowledge dari luar yang bisa diimpor atau didapat untuk menjadi bagian dari keahlian perusahaan.

Dari referensi yang diperoleh Knowledge Acquisition Sistem pakar strategi pemecahan masalah bergantung pada pengetahuan (Luger dan Stubblefield, 1998). Pengetahuan harus didefinisikan dengan baik, model, dan diwakili untuk memungkinkan proses inferensi sukses. Proses akuisisi pengetahuan dapat dibagi menjadi empat tahap, mengadaptasi model Giarranto dan Riley (1998). Tahap ini mewakili berurutan pengetahuan rencana akuisisi, dan pada setiap tahap tugas-tugas tertentu akan dilakukan, tugas-tugas ini menjadi sebagai berikut:

1) Pengetahuan Identifikasi: Identifikasi pengetahuan yang relevan dengan sistem, dan ketersediaan.

2) Pengetahuan Sumber: Identifikasi sumber-sumber pengetahuan yang relevan. Semua sumber kemudian akan diurutkan menurut pentingnya dan ketersediaan mereka.

3) Pengetahuan pendatangan: Menentukan dan mendatangkan bagaimana pengetahuan akan diperoleh dari sumber. Metode-metode yang terlibat termasuk wawancara terstruktur, wawancara terstruktur, dan membaca dokumen.

4) Pengetahuan Modelling & Verifikasi: Classify dan mengatur pengetahuan yang dikumpulkan dari (iii) dan model pengetahuan yang sesuai dengan fungsi sistem. Selama proses, ketepatan dan kelengkapan pengetahuan akan diverifikasi.

3.      Perbedaan dari 3 pendekatan dalam knowledge identification (Struktural, activities, behavioral)

Sturktural

Merupakan suatu pendekatan yang lebih kepada visi misi suatu perusahaan. Pada tahap ini dilakukan dengan menganalisa berdasarkan knowledge structural. Knowledge structural adalah knowledge yang memangdibentuk atau lahir dari struktural organisasi, jadi disini merupakan knowledge yang biasanya hadir dalam bentuk tatanan, aturan dan standar. Contohnya sebuah kampus mempunyai visi misi giving and caring the world, itu merupaka suatu acuan untuk menentukan knowledge structural.

Aktifitas

Pada tahap ini knowledge terserbut dipandang dari sisi fungsional nya. Oleh karena itu proses aktifitas sering sekali disebut dengan knowledge fungsional. Knowledge ini sering disebut juga function knowledge karena yang digambarkan disini lebih menggambarkan fungsi orangnya. Jadi disini lebih detail ke secara aktifitas dalam mengerjakan setiap pekerjaan atau dalam

menjalankan fungsinya.

Contohnya saja kita ambil mahasiswa, didalam knowledge structural seorang mahsiswa mempunyai kewajiban untuk mendapat ilmu dan diharapkan oleh seorang mahasiswa kelak dapat mengunkan ilmunya didunia kerja sehingga lulusan dari kampus tersebut dapat diserap dengan mudah oleh industry. Sedangkan aktifitas yang dilakukan berfasarkan fungsinya seorang mahasiswa wajib untuk medapatkan mata kuliah, mengikuti ppelajaran dan mengumpulkkan tugas.

Habitual

Pada Knowledge ketiga dipandang dari sisi budaya. Organisasi biasanya memiliki budaya baik yang secara tidak disadari membangun dan membentuk pola kerja di dalam organisasi. Contohnya saja ditempat saya bekerja penampillan yang rapih pun sangat diutamakan maka didepan pintu gerbang selalu ada sebuah kaca besar. Hal ini merupakan suatu contoh knowledge Habitual.

4.            Cara menghasilkan fitur dengan melihat dari knowledge goal dan knowledge identification adalah:

Jika ingin membangun sebuah fitur atau system aplikasi yangbaru dapat dilihat knowledge goal dan knowledge identification.

1.            Langkah awal dimulai dengan menyusun knowledge goal secara normatif dan strategis. Penyusunan ini harus secara nyata menggambarkan target dan harapan dari management (biasanya top level dalam implementasi KM ini.

2.            Setelah itu selesai, baru dilihat struktur knowledge yang sudah ada di organisasi dengan cara mengidentifikasi knowledge. Dan berdasarkan itu dilakukan penyesuaian.

3.            Setelah disesuaikan baru diturunkan menjadi goal untuk karyawan dan manager. Bisa jadi ada goal yang sama diturunkan ke keduanya, dan bisa juga hanya diturunkan ke salah satunya. Goal yang sudah turun inilah yang biasanya disebut operational knowledge goal.

4.            Berdasarkan keduanya ini baru susun goal yang digabungkan. Dan sekaligus diselaraskan ulang berdasarkan feedback ini ke goal yang awal dibuat.

5.            Feedback selain ke arah goal awal, juga perlu disusun feedback melalui pengukuran skills yang ada dengan memperhatikan knowledge goal yang kurang cocok dan perlu dibuang,

====================================================

5.   Pertama-tama saya akan menjelaskan Knowledge Map berdasasrkan definisi yang berbeda dari tiga pakar:

– Denham Grey

Knowledge Map tentang membuat pengetahuan yang tersedia dalam sebuah organisasi yang transparan, dan memberikan wawasan sehingga mendapatkan kualitas yang berguna.

– Willem-Olaf Huijsen, Samuel J. Driessen, Jan WM Jacobs

Knowledge Map adalah proses di mana organisasi dapat mengidentifikasi dan mengkategorikan aset pengetahuan dalam organisasi mereka orang, proses, isi, dan teknologi. Hal ini memungkinkan suatu organisasi untuk sepenuhnya memanfaatkan keahlian penduduk yang ada dalam organisasi, serta mengidentifikasi hambatan dan kendala untuk memenuhi tujuan dan sasaran strategis. Ini adalah membangun sebuah peta jalan untuk menemukan informasi yang dibutuhkan untuk membuat penggunaan terbaik dari resourses, terlepas dari sumber atau bentuk.

-W. Vestal, APQC, 2002

(American Productivity & Quality Center)

Knowledge Map menggambarkan apa yang digunakan dalam proses, dan bagaimana hal itu akan mengalir di sekitar proses. Ini adalah pengetahuan dasar untuk menentukan kesamaan, atau wilayah di mana pengetahuan yang sama digunakan di beberapa proses. Pada dasarnya, proses Knowledge Map berisi informasi tentang organisasi? Knowledge Map menggambarkan orang yang memiliki pengetahuan apa (diam-diam), di mana pengetahuan tinggal (infrastruktur), dan bagaimana pengetahuan ditransfer atau disebarluaskan (sosial).

Ref:

http://ezinearticles.com/?Knowledge-Mapping&id=9077

Dari ketiga definisi di atas dapat disimpulkan bahwa Knowledge Map adalah sebuah pengalokasian (map) pengetahuan yang di susun sehingga membentuk suatu system yang strategis dan sistematis sehingga menjadi sebuah pengetahuan transparasi sehingga mudah untuk ditransfer atau disebarluaskan.

Contohnya:

–       Knowledege Map karyawan dalam sebuah perusahaan

Dimana kita dapat membuatkan sebuah Knowledge Mapnya sehingga memperumudah perusahaan dalam menentukan mana karyawan yang memiliki knowledge mana yang tidak, sehingga dapat membuat sebuah tim yang solid baik dari segi bertanya maupun menjawab sebuah tantangan yang ada dalam perusahaan.

Menurut saya pemetan knowledge map cocok dilakukan terhadap tipe knowledge activities, karena knowledge map dilakukan berdasarkan fungsi kerja didalam sebuah organisasi.

Dimana dalam membuat knowledge map ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya:

  • Fokusnya harus ke area yang memang sangat membutuhkan knowledge secara intensif dimana fungsi kerja merupakan knowledge yang dibutuhkan secara intensif.
  • Sistem perlu menerapkan sistem index baik untuk asset (knowledgenya) maupun para pemiliknya (expert orangnya)
  • Disiapkan link disetiap area atau aplikasi dimana karyawan bekerja, sehingga kalau kesulitan bisa langsung terhubung dengan expert yang memang bisa membantu di organisasi.
  • Diatur didalam data untuk knowledge map ini bisa terus terupdate secara desentralisasi sehingga tidak tergantung oleh pusat.
  • Memetakah antara knowledge yang ada dengan para expert tersebut sesuai dengan bidang dan pemetaan pekerjaan di organisasinya.

Contohnya:

Kita tidak boleh memetakan seorang mekanik sebagai ahli di Marketing walaupun mungkin dulunya waktu kuliah itu adalah terdapat mata pelajaran marketing, dan ternyata dia kurang begitu mengusai knowledge dari sudut pandang visi, misi dari perusahaan maka akan akan sangat tidak cocok jika ditempatkan diposisi marketing.

Read Users' Comments (0)

PENERAPAN KNOWLEDGE MANAGEMENT

Terkadang penerapan Knowledge management sulit sekali didefinis, untuk itu perlu sekali adanya contoh untuk sebagai pembuktian bahwa fungsi penerapan knowledge management sangat berfungis

Salah satu contoh penerapan knowledge management adalah ITCP (Indonesian Technical Cooperation Programmes). ITCP merupakan proyek yang dikembangkan oleh Sekretariat Kabinet Indonesia. Tujuannya untuk berbagi informasi dan keahlian antara Indonesia dengan negara berkembang lainnya. Aktivitas ITCP meliputi pelatihan; studi kunjungan; pertemuan kelompok yang mencakup area pertanian, pendidikan, informasi, sumber alam, perencanaan keluarga, dan sebagainya. Saat ini peserta ITCP tersebar sampai ke 90 negara dengan jumlah mencapai lebih dari empat ribu orang.

Semula proyek ini mengalami banyak kesulitan, tidak hanya dalam proses persiapan dan registrasi, melainkan juga pada proses dokumentasi dan pelaporan. Bagaimana menentukan jenis pelatihan yang paling dibutuhkan; bagaimana mencari dan menentukan kebutuhan akan pakar yang kompeten di bidangnya; bagaimana mengklasifikasikan laporan hasil suatu proyek atau studi agar dapat dimanfaatkan oleh negara lain; merupakan kendala yang dihadapi selama ini dan tidak dapat secara cepat dan optimal ditangani oleh administrasi manual.

Sekretariat Kabinet kemudian memutuskan untuk menggunakan aplikasi berbasis web sehingga kecepatan informasi dapat jauh lebih meningkat, mengingat luasnya area cakupan peserta ITCP. Dengan hanya bermodalkan program penjelajah (browser) dan koneksi ke internet, para peserta dapat dengan mudah memantau laporan proyek serta agenda pertemuan, serta memberikan masukan mengenai kebutuhan akan pelatihan serta pakar.

Masukan ini akan menjadi salah satu faktor penentu dalam pembuatan agenda kegiatan pelatihan ataupun studi. Kemudahan lainnya adalah dalam proses pencarian informasi. Data, dokumen, dan laporan sudah diklasifikasikan dengan beberapa kriteria yang diolah sedemikian rupa, sehingga informasi yang dihasilkan akan optimal dan tepat sesuai dengan kebutuhan dari peserta.

‘One stop service’

Pendekatan yang hampir serupa juga dilakukan oleh United Nations Development Programme (UNDP). UNDP menyediakan suatu fasilitas yang disebut one stop service kepada para stafnya agar dapat mengelola proyek-proyek UNDP di Indonesia. Disebut one stop service, karena semua perangkat lunak (Word, Excell, dan lain-lain), aplikasi database, jadwal kegiatan/kalendar, pendistribusian pekerjaan dan data dapat diakses dengan mudah melalui program penjelajah (browser). UNDP menggunakan program penjelajah agar semua informasi dapat tersaji secara visual, mulai dari proses pemantauan sampai dengan pendeteksian kemajuan dan perkembangannya.

Sistem manajemen proyek berbasis web di UNDP terintegrasi dengan database dan sistem surat-menyurat, sehingga pengguna dapat dengan mudah berkolaborasi baik melalui program e-mail, faksimile maupun dokumen melalui antarmuka (interface) yang sama. Guna mengurangi kesalahan, disediakan juga template untuk setiap dokumen yang sudah baku dan draft pada tiap tahapan proyek yang bila sudah diselesaikan, secara otomatis akan masuk ke langkah selanjutnya dan menjadi semacam tugas (task) untuk pengguna selanjutnya.

Proses aliran pekerjaan ini selain membuat proyek menjadi lebih efisien dan terorganisasi, juga memungkinkan semua pihak melihat sejarah setiap proyek, sehingga memudahkan untuk proses perencanaan selanjutnya seperti sistem database. Pada umumnya akses terhadap data-data yang berhubungan dengan proyek dibatasi dengan simpul-simpul keamanan yang terintegrasi pada tingkat pemakai dan pengelola database.

Sampai saat ini UNDP belum melakukan penghitungan secara rinci mengenai manfaat intranet terhadap pilihan sistem tanpa kertas (paperless system) ini, karena penerapannya baru sebatas penyediaan dokumentasi dalam bentuk intranet, internal memo, pendelegasian pekerjaan, pengumuman, dan katalog. Tapi yang jelas, proses pengambilan keputusan jadi lebih cepat dan efesien.

Sumber : http://www.asmakmalaikat.com/go/buku/26082000_1.htm

Tulisan ini sekedar referensi untuk gambaran kecil mengenai Knowledge Management. Saya pun hanya mengutip dari sumber di atas. Semoga tulsan ini dapat membantu teman-teman terutama yang sedang menjalani mata kuliah knowledge management. Masih banyak contoh lain yang ingin saya tahu. Saya berharap agar kita bisa belajar bersama untuk saling share informasi tentang knowledge management. Teimakasih atas waktunya untuk membaca blog saya.

Read Users' Comments (0)

IDENTIFYING KNOWLEDGE MANAGEMENT

BINUS Online Learning

Knowledge Management

Pertemuan 04

Tugas Pribadi 3


Berikan penjelasan dan sertai dengan contoh atau alasan untuk mendukung pandangan anda tentang aspek-aspek berikut :

(perhatikan untuk menjelaskan dan bukan menterjemahkan sesuai dengan isi slide)

  1. Apa beda tacit knowledge dan explisit knowledge
  2. Bagaiman proses transfer diantara kedua knowledge tersebut pada orang-orang yang ada di organisasi
  3. Jelaskan beda dan struktur perubahdan dari data, informasi dan knowledge
  4. Jelaskan beda, maksud dan isi dari 3 model dasar Knowledge management (People, process dan technology)
  5. Jelaskan core process dari KM ?


JAWABAN:

1. Perbedaan antara Tacit Knowledge dan Explicit Knowledge

– Tacit Knowledge

Tacit Knowledge adalah berupa pengetahuan  yang berkembang dari sesuatu menjadi pengetahuan  melalui proses yang tidak mudah untuk dideskripsikan atau dibagikan. Bisa berupa pengalaman, ataupun kemampuan seseorang yang tidak terdokumentasi. Contohnya adalah ketika seseorang belajar memasak yang membutuhkan proses pengalaman untuk mendapatkan kemampuan memasak tersebut.

– Explicit Knowledge

Explicit Knowledge adalah pengetahuan yang sudah terdokumentasi dan mudah untuk dideskripsikan dan dibagikan, biasanya bersifat logic.  Contohnya adalah pengetahuan yang terdapat pada buku, jurnal, artikel, ataupun sumber lainnya yang didokumentasikan.

2. Proses pembagian knowledge didalam sebuah organisasi terdapat lima tipe Knowledge Transfer, yaitu:

a. Serial Knowledge

Suatu cara dalam suatu tim untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan tertentu yang digunakan setelah melalui proses transfer knowledge antara anggota tim tersebut. Periode kemunculannya adalah sering dan tidak rutin. Baik Tacit maupun Explicit Knowledge dibagikan dalam jenis transfer ini.

b. Near Transfer

Proses sharing knowledge dari suatu tim ke tim lain yang membutuhkan knowledge tersebut dalam mengerjakan aktifitas pekerjaan yang sama dalam satu organisasi. Periode kemunculannya adalah sering dan rutin. Knowledge yang dibagikan dalam jenis transfer ini adalah Explicit Knowledge.  Ex: saling mengobrol.

c. Far Transfer

Suatu transfer knowledge dalam mengerjakan suatu pekerjaan oleh suatu tim yang diatur dalam sistem untuk dapat digunakan oleh tim lain di bagian lain organisasi dalam mengerjakan pekerjaan yang serupa. Periode kemunculannya adalah sering dan tidak rutin. Tipe knowledge yang dibagikan adalah Tacit Knowledge.

d. Strategic Transfer

Suatu transfer pengetahuan kolektif dari suatu organisasi untuk digunakan dalam menjalankan langkah strategis pada kurun waktu yang jarang namun sangat menentukan eksistensi otganisasi. Periode kemunculannya adalah Tidak sering dan tidak rutin. Baik tipe Tacit maupun Explicit Knowledge dibagikan dalam jenis transfer ini.

e. Expert Transfer

Proses sharing knowledge dari pakar yang ahli kepada suatu tim yang mendapat masalah teknis di luar kemampuannya. Periode kemunculannya adalah tidak sering dan rutin. Tipe knowledge yang dibagikan pada jenis transfer ini adalah Explicit.

3.Perbedaan dan struktur perubah antara data, informasi, dan knowledge adalah sebagai berikut:

– Data adalah kumpulan fakta terstruktur dari suatu objek ataupun aspek tertentu yang diambil untuk membentuk suatu informasi. Contohnya adalah: Uang Budi hari ini Rp 25.000,-.

– Data dalam konteks tertentu akan menjadi informasi, data yang bermanfaat bagi seseorang merupakan sebuah informasi.

– Informasi adalah hasil proses pengolahan data yang memberikan gambaran lebih jelas yang bersifat dinamis terhadap suatu aspek tertentu. Contoh: Kemarin uang abdi berjumlah Rp 50.000,-. Hari ini jumlahnya berkurang sebesar 50%.

– Informasi dalam konteks penilaian tertentu akan membangun sebuah intelligence.

– Intelligence dalam kondisi yang pasti akan menjadi suatu pengetahuan/knowledge.

– Knowledge/pengetahuan adalah hasil interpretasi dan integrasi dari suatu informasi.

4. Tiga model dasar Core Knowledge management:

a. People.

– People/Orang adalah faktor utama yang menentukan keberhasilan CKM. Maka dari itu perlu dibangun suatu mekanisme penyebaran informasi dan pengalaman dari sumber daya manusia yang ada agar terjadi peningkatan pengetahuan dari masing-masing pelaku kegiatan di dalam suatu organisasi.

b. Process.

– Process ini adalah mengintegrasikan knowledge yang ada pada “People” ke dalam “Technology” agar bisa digunakan. Proses ini dimulai dari mengidentifikasi, membangun, menyebarkan, menggunakan, mengevaluasi hingga memelihara dan melakukan perbaikan atau perkembangan dari Knowledge Management.

c. Technology.

– Technology adalah aspek pendukung dalam pembagian knowledge yang dimiliki suatu organisasi. Technology merupakan hasil integrasi antara aspek “People” dengan “Process” dalam Core Knowledge Management.

5. Ada 6 core process dari pembangunan Knowledge Management:

a. Knowledge Identification

Pada tahap ini kita akan menganalisa perusahaan untuk dapat mengidentifikasi knowledge macam apa  yang dimiliki sekarang,  baik internal maupun di sekitarnya. Proses dimulai dengan target untuk mencapai tranparansi dari knowledge yang dimiliki perusahaan.

b. Knowledge Acquisition

Setelah melihat apa saja knowledge yang sudah dimiliki oleh perusahaan, perlu juga melihat sisi luar (external)  perusahaan untuk melihat knowledge apa saja di luar perusahaan yang akan berguna dan dibisa dimanfaatkan didalam kebutuhan akan knowledge. Di sini kita melihat faktor knowledge dari luar yang bisa diimpor untuk menjadi bagian dari pendukung perusahaan.

c. Knowledge Development

Setelah mengetahui knowledge internal dan eksternal yang akan dikelola, tahap berikutnya adalah mengetahui bagaimana membangun fitur dan sarana yang diperlukan untuk mengelola knowledge yang sudah ada tersebut. Disini kita akan mengfokus untuk mengatur agar knowledge yang sudah dimiliki bisa dikelola demi menunjang proses penciptaan skill baru, produk baru, penciptaan ide baru yang lebih baik dan penciptaan proses yang lebih efisien.

d. Knowledge Sharing

Setelah proses pembangunan selesai, harus dipastikan bahwa knowledge yang sudah ada dapat di share dan digunakan secara tim dengan benar melalui proses transfer oleh pihak yang benar didalam sebuah organisasi. Perlu dipastikan juga bahwa orang-orang di organisasi terbiasa untuk mengintegrasikan knowledge yang mereka miliki ke dalam sistem yang sudah ada.

e. Knowledge Utilization

Setelah proses pembagian dan akses terhadap knowledge bisa ditata dengan baik dan rapih, tahap selanjutnya adalah memastikan bahwa knowledge yang sudah ada tersebut digunakan secara produktif dan efisien untuk menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.

f. Knowledge Retention

Tahap yang tidak kalah penting berikutnya adalah memastikan dengan pasti bahwa knowledge yang sudah dimiliki tidak hilang tetapi tetap berada di perusahaan. Untuk itu perusahaan perlu memastikan bahwa semua karyawan menggunakan sistem yang ada untuk mengintegrasikan knowledge yang dimiliki agar menjadi knowledge organisasi dan  menjadi sesuatu yang hidup dan dapat dikembangakan dikemudian hari diperusahaan.

Read Users' Comments (0)

DASAR KNOWLEDGE MANAGEMENT

BINUS Online Learning

Knowledge Management

Pertemuan 02

Tugas Pribadi 2


Pelajari ketiga kasus berikut dan berikan uraian sesuai pertanyaan yang ada

Mini case 1: The limitations of 100 case histories of industrial mergers (DaimlerChrysler)

In May 1998 the German concern, Daimler, merged with Chrysler, America’s third biggest automobile manufacturer. In September 1999, The Economists reported on the state of the marriage. Noting that the deal was ‘hailed as an inspiration, because of the neat fit of the firms’ products and markets’ and that the logic behind the merger was ‘as impeccable as ever’, the newspaper highlighted some Post-merger setbacks, including:

o   The defection of a stream of talented designers and managers’ to Ford and General Motors’ down the road in Detroit’

o   The issue of selecting one location for corporate headquarters; sooner or later the company will have to choose between Stuttgart and Detroit

o   Clashes of management style at board level; German managers preferred reading 50 page documents before key meetings, whereas their American counterparts did more talking and wanted less documentation before the meetings (it appears that the American style has prevailed)

o   Different styles at lower levels of management about the presentation of reports (German managers are inclined to accept the reports researched by subordinates, whereas the American style is ‘look at’ them later)

No involvement for American designers in Mercedes cars

It is, however, remarkable to read that Daimler instigated a strategic analysis to ensure that the project was well planned and executed. This analysis reviewed 100 past mergers, noted that around 70% fail to achieve their goals, and concluded that the key to success lay less in price and more in strategic fit and post-merger integration. As The Economist reported: ‘The result has been a post-merger plan devised with great attention to detail, a dozen teams of managers from the two sides focusing on every aspect of the merged team; a specially designed database to monitor daily progress; and an attempt to ensure the backing of the board at every stage.’ In some respects the integration is running ahead of targets and in September 1999 it was anticipated that costs of around $1.4 billion would be saved by the end of the year. But, as The Economist said: ‘Although merging the two companies was never going to be easy, nobody expected it to be this hard.’

Question

1.     Apa saja masalah yang dihadapi dalam penggabungan itu baik dari tingkat Top, Middle maupun Low

2.     Apa yang melatarbelakangi hal tersebut bisa terjadi (point 1)

3.     Apa strategi untuk mengatasinya

Mini Case 1 : Daimler dan Chrysler

1.      Apa saja masalah yang dihadapi dalam penggabungan kedua perusahaan baik dari tingkat Top, Middle maupun Low Level Manajemen?

Jawaban :

Pada mini case 1, menurut saya masalah yang harus dihadapi dalam penggabungan perusahaan Daimler dan Chrysler jika dilihat dari tingkat Top, Middle dan Low level Manajemen, bisa dilihat dari sudut pandang masalah dalam knowdege transfer maupun knowledge worker yaitu :

  • Perselisihan gaya manajeman pada level manajer dimana Manajer di German lebih memilih mempersiapkan banyak dokumen sebelum meeting sementara manajer di Amerika lebih memilih untuk mengurangi dokumen dan proses transfer knowledge dilakukan dengan pemaparan (berbicara). Menurut saya hal kecil semacam itu tidak lah harus terjadi karena itu adalah permaslahan yang seharusnya tidak ada pada top level.
  • Kalo dilihat dari level top manajer, pada pemilihan designer untuk perancangan mobil, para manager  German dan Amerika memiliki selera yang berbeda sesuai dengan keinginan konsumen. Oleh karena itu, dengan bergabungnya kedua perusahaan tersebut membutuhkan designer mobil untuk menjembatani perbedaan selera dari kedua negara tersebut.
  • Pemilihan kantor pusat untuk Daimler dan Chrysler juga menjadi masalah pada kedua perusahaan ini. Pasalnya masing – masing Negara menginginkan kantor pusat tetap berada di negaranya sendiri agar akses ke kantor pusat dapat lebih mudah. Oleh karena itu, dalam pemilihan kantor pusat harus ditentukan lokasi strategis yang tepat agar masing – masing negara dapat berhubungan dengan kantor pusat secara mudah.
  • Perbedaan gaya pada lower level menajemen dalam hal presentasi mengenai laporan. Dimana Manajer di jerman lebih memilih menerima laporan dari bawahannya, sementara Manajer di Amerika lebih cenderung dengan istilah “Lihat nanti saja”.

2.      Latar Belakang dari masalah yang dihadapi dari penggabungan kedua perusahaan :

  • Perbedaan faktor budaya dan tata cara pemindahan knowledge

Perusahaan Daimler dan Chysler memiliki cara tersendiri dalam menjalankan perusahaannya. Ketika mereka bergabung, bagaimanapun juga masing – masing perusahaan tetap memakai budaya masing – masing dalam transfer knowledge maupun knowledge worker. Contoh tersebut dapat dijelaskan melalui mini case 1 pada saat :

  • Dilihat dari level manajer, pada pemilihan designer untuk perancangan mobil di German dan Amerika memiliki selera yang berbeda sesuai dengan keinginan konsumen. Oleh karena itu, dengan bergabungnya kedua perusahaan tersebut membutuhkan designer mobil untuk menjembatani perbedaan selera dari kedua negara tersebut.
  • Perselisihan gaya manajeman pada level manajer dimana Manajer di German lebih memilih mempersiapkan banyak dokumen sebelum meeting dimulai sementara manajer di Amerika lebih memilih untuk mengurangi dokumen dan proses transfer knowledge dilakukan dengan pemaparan (berbicara).
  • Perbedaan gaya pada lower level menajemen dalam hal presentasi mengenai laporan. Manajer di jerman lebih memilih menerima laporan dari bawahannya, sementara Manajer di Amerika lebih cenderung dengan istilah “Lihat nanti saja”.
  • Perbedaan budaya dan factor kurangnya kepercayaan untuk sharing KM
  • Pemilihan kantor pusat untuk Daimler dan Chrysler juga menjadi masalah pada kedua perusahaan ini. Pasalnya masing – masing Negara menginginkan kantor pusat tetap berada di negaranya sendiri agar akses ke kantor pusat dapat lebih mudah. Selain itu dengan adanya kantor pusat di salah satu Negara maka kepercayaan untuk sharing knowledge akan lebih mudah ditransfer karena Negara yang menjadi kantor pusat tersebut tidak perlu beradaptasi lagi dengan lingkungan perusahaan. Sementara itu, Negara yang harus pindah lokasi kantor pusat harus beradaptasi lagi dengan lingkungan yang baru dimana faktor kepercayaan pada proses transfer knowledge akansulit dilakukan karena factor perbedaan gaya manajeman. Oleh karena itu, dalam pemilihan kantor pusat harus ditentukan lokasi strategis yang tepat agar masing – masing negara dapat berhubungan dengan kantor pusat secara mudah dan tidak ada kecemburuan diantara kedua Negara.

3.      Strategy untuk mengatasi hambatan dari masalah tersebut

Faktor budaya dan kurangnya kepercayaan menjadi masalah utama pada penggabungan kedua perusahaan Daimler dan Chrysler. Untuk mengatasi hal tersebut dibuat strategy perusahaan yaitu :

  • Strategy

Pengaturan goal yang spesifik lewat rencana pengembangan dan komitmen untuk penyediaan sumber daya yang dibutuhkan perlu dilakukan oleh Daimler dan Chrysler. Strategi ini merupakan tindakan / action yang secara spesifik harus terus dirancang, dilihat kondisinya dan terus bisa berubah untuk menyesuaikan dengan tuntutan yang ada. Strategi untuk penentuan goal yang spesifik perlu dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada seperti perbedaan budaya dan factor kepercayaan sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh kedua perusahaan tersebut.

  • New Employee

Perekrutan karyawan baru juga diperlukan oleh kedua perusahaan tersebut sesuai dengan tuntutan yang dibutuhkan. Pada kasus ini perlunya perekrutan karyawan baru yang dilatih untuk menjembatani perbedaan pola pikir antara German dan Amerika seperti perancangan mobil, apa yang harus dilakukan sebelum meeting dan presentasi dari laporan yang telah dibuat. Struktur perekrutan karyawan baru harus mengarah pada pola yang baru juga, yaitu struktur karyawan yang bergerak kearah knowledge worker (untuk menjembatani perbedaan pola pikir dar kedua negara), team player (agar dapat bekerja sama diantara kedua Negara), dan unpredictable (agar dapat melakukan perubahan yang cepat diantara kedua Negara).

  • New Organization

Dengan bersatunya Daimler dan Chrysler otomatis harus dibuat suatu organisasi baru untuk memperkecil hambatan – hambatan seperti perbedaan budaya antara German dan Amerika. Fokus perubahan proses bisnis mengarah ke Reengineering yaitu langsung bergeser ke value yang spesifik diinginkan, Customer satisfaction, yaitu lebih mencari kepada kepuasan pelanggan, Core competence (nilai khusus yang harus dimiliki organisasi), Employee participation (semua terlibat dalam pelayanan dan keberhasilan organisasi), Cross functional (struktur organisasi sudah menjadi matrik.

  • Form Of Business

Bentuk dari peleburan bisnis Daimler dan Chrysler harus mengarah ke

  • Proprietorship, yaitu alangkah baiknya jika Daimler dan Chrysler dapat menjual produk baru serta menjual hak cipta dari inovasi yang ada dibanding hanya terus produksi fisik yang costly dengan high risk.
  • Corporation, yaitu tidak lagi membatasi bisnis di satu focus saja (misal fokus di German atau Amerika saja, tetapi focus kepada peleburan dari kedua perusahaan tersebut agar dapat memberi nilai untuk organisasi.


Mini case 2: Beer Game Mengamuk

Artikel bagus diambil dari buku Intellectual Capital karangan Thomas A. Stewart. Bukunya sudah cukup lama tapi masih tetap direkomendasikan

Sebuah contoh bagus tentang bagaimana informasi berpindah dalam hierarki muncul di e-mail saya. Isinya adalah surat-menyurat antara seorang staf hotel di London dan salah satu tamunya. Para pembaca Fifth Discipline dari Peter Senge akan mengenalinya sebagai sebuah kasus Beer Game mengamuk.

________________________________________

Pelayan yang terhormat,

Tolong jangan tinggalkan lagi batangan sabun kecil di kamar mandi saya karena saya telah membawa sendiri sabun Dial saya. Tolong pindahkan ke-6 batang sabun kecil yang belum dibuka dari rak di bawah kotak obat dan 3 lagi di tempat sabun dekat pancuran air. Sabun-sabun itu menghalangi saya.

Terima kasih,

S. Berman


Penghuni Kamar 635 yang terhormat,

Saya bukan pelayan tetap Anda. Pelayan tetap Anda sedang cuti, ia akan kembali besok, Kamis. Saya telah mengambil 3 batang sabun dari tempat sabun di pancuran Anda sesuai dengan yang Anda kehendaki. Enam batang di rak Anda telah saya pindahkan ke atas tempat untuk membuang Kleenex seandainya Anda berubah pikiran. Hanya ada 3 batang sabun yang saya tinggalkan hari ini sesuai instruksi manajemen untuk meninggalkan 3 batang sabun tiap harinya. Saya harap ini cukup memuaskan.

Kathy, Pelayan Pengganti


Pelayan yang terhormat,

Saya harap Andalah pelayan tetap saya. Tampaknya Kathy tidak memberitahu Anda tentang pesan saya kepadanya. menyangkut batangan-batangan kecil sabun. Ketika saya kembali ke kamar saya sore ini, saya melihat bahwa Anda telah menambahkan 3 sabun Camay kecil ke rak di bawah kotak obat. Saya akan berada di hotel ini untuk 2 minggu dan saya telah membawa sabun Dial saya. jadi, saya tidak akan memerlukan ke-6 sabun Camay kecil yang berada di rak. Sabun-sabun tersebut menghalangi saya bercukur, menggosok gigi, dan lain-lain. Tolong pindahkan mereka.

S. Berman


Tuan Berman yang terhormat,

Hari cuti saya berakhir pada hari Rabu. jadi, pelayan pengganti meninggalkan 3 sabun hotel yang telah diinstruksikan oleh manajemen. Saya telah mengambil ke-6 sabun yang menghalangi Anda dan menaruhnya ke tempat sabun, tempat sabun Dial Anda berada. Saya menaruh Dial Anda di kotak obat untuk memudahkan Anda. Saya tidak memindahkan ketiga sabun yang selalu ditempatkan dalam. kotak obat untuk sernua penghuni baru dan yang tidak memberatkan Anda ketika Anda mulai menghuni hotel ini Senin lalu. Tolong beritahu saya bila saya dapat membantu Anda nanti.

Pelayan tetap Anda, Dotty


Yang terhormat, Tuan Berman,

Asisten Manajer, Tuan Kensedder, memberitahu saya pagi ini bahwa Anda memanggilnya kemarin sore dan mengatakan bahwa Anda tidak puas dengan layanan pelayan Anda. Saya telah menugaskan seorang pelayan wanita baru untuk kamar Anda. Saya harap Anda dapat menenima permintaan maaf saya atas ketidaknyamanan yang lalu. Jika kelak Anda mempunyai masalah, harap Anda menghubungi saya agar saya dapat memberi perhatian khusus. Hubungi saluran 1108 antara jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Terima kasih.

Elaine Carmen, Pengurus Rumah Tangga


Yang terhormat, Nona Carmen,

.Sangat ticlak mungkin menghubungi Anda lewat telepon karena saya berangkat dari hotel jam 7.45 pagi untuk berdagang dan tidak akan kembali sebelum jam 5.30 atau jam 6.00 malam. Itulah sebabnya saya memanggil Tuan Kensedder kemarin. Anda telah bebas tugas. Saya hanya bertanya kepada Tuan Kensedder apakah ia dapat melakukan sesuatu atas sabun-sabun itu. Pelayan baru yang Anda tugaskan itu tentu mengira saya baru saja masuk di sini, karena ia meninggalkan lagi 3 batang sabun hotel di kotak obat saya bersama pengiriman 3 batang sabun di lemari kamar mandi secara teratur. Hanya dalam waktu 5 hari saya di sini, saya telah memperoleh 24 batang sabun. Mengapa Anda lakukan ini terhadap saya?

S. Berman


Yang terhormat, Tuan Berman,

Pelayan Anda, Kathy, telah diberitahu untuk menghentikan pengiriman sabun ke kamar Anda dan menyingkirkan sabun-sabun kelebihannya. Jika saya masih dapat mernbantu, harap hubungi saluran 1108 antara pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore. Terima kasih,

Elaine Carmen, Pengunis Rumah Tangga


Yang terhormat, Tuan Kensedder,

Sabun mandi Dial saya menghilang. Semua sabun telah diambil dari kamar saya termasuk sabun Dial saya. Kemarin saya kembali larut malarn dan harus memanggil pelayan untuk membawakan 4 sabun Cashmere Bouquet kecil.

S. Berman


Yang terhormat, Tuan Berman.

Saya telah memberitahu pengurus rumah tangga kami, Elaine Carmen, tentang persoalan sabun Anda. Saya sendiri tidak mengerti mengapa ticlak ada sabun di kamar Anda karena pelayan-pelayan kami diinstruksikan untuk meninggalkan 3 batang sabun setiap kali mereka merapikan kamar. Situasi ini akan dibereskan dengan secepatnya.

Martin L. Kensedder, Asisten Manajer


Yang terhormat, Ny. Carmen,

Siapa kiranya yang meninggalkan 54 batangan kecil sabun Camay di kamar saya? Saya kembali kemarin malarn dan menemukannya. Saya tidak menginginkannya. Saya hanya menginginkan sebatang Dial kepunyaan saya. Apakah Anda menyadari bahwa saya mempunyai 54 batang sabun di sini. Yang saya inginkan hanyalah sabun mandi Dial saya. Tolong kembalikan sabun mandi Dial saya.

S. Berman


Yang terhormat, Tuan Berman,

Anda mengeluhkan tentang terlalu banyak sabun di kamar Anda, jadi saya memindahkannya. Kemudian Anda mengeluh kepada Tuan Kensedder bahwa semua sabun Anda menghilang, jadi saya sendiri yang mengembalikannya. Ke-24 Camay yang telah diambil dan 3 Camay yang seharusnya Anda terima tiap hari (dikutip langsung). Saya tidak tahu apa pun mengenai ke-4 sabun Cashmere Bouquet. jelas sekah bahwa pelayan Anda, Kathy, tidak mengetahui bahwa saya telah mengembalikan sabun-sabun Anda. jadi, ia juga membawa 24 Camay ditambah 3 Camay harian. Saya tidak tahu dari mana Anda mendapat ide bahwa hotel ini mengeluarkan sabun mandi Dial. Namun, saya berhasil menemukan beberapa sabun mandi Ivory yang saya tinggalkan di karnar Anda.

Elaine Carmen, Pengurus Rumah Tangga


Yang terhormat Ny. Carmen,

Hanya sekadar catatan singkat untuk memberitahu Anda tentang persediaan sabun saya yang terakhir. Sampai pada hari ini saya mempunyai:

Di rak di bawah kotak obat–18 Camay dalarn 4 tumpuk dari 4 batang dan 1 tumpuk dari 2 batang. Di atas dispenser Kleenex—11 Camay dalam 2 tumpuk dari 4 batang dan 1 tumpuk dari 3 batang,

Di meja rias kamar–l tumpuk dari 3 batang Cashmere Bouquet, 1 tumpuk dari 4 batang Ivory ukuran hotel, dan 8 Camay dalarn 2 tumpuk dari 4 batang.

Di dalam kotak obat–14 Camay dalam 3 tumpuk dari 4 batang dan 1 tumpuk dari 2 batang. Di tempat sabun pancuran–6 Camay, sangat lembab.

Di sudut timur laut bak–1 Cahsmere Bouquet, sedikit terpakai.
Di sudut barat laut bak–6 Camay dalam 2 tumpuk dari 3 batang.

Tolong beritahu Kathy agar ketika ia membersihkan kamar saya, pastikan bahwa tumpukan tumpukan itu disusun dengan rapi dan dibersihkan dari debu. Juga nasihati ia. bahwa tumpukan lebih clari 4 batang cenderung ambruk. Boleh saya sarankan bahwa jendela kamar tidur saya belum digunakan dan akan menjadi tempat yang bagus untuk pengiriman sabun selanjutnya. Satu hal lagi, saya telah membeli satu batang sabun Dial yang saya simpan di lemari besi hotel untuk menghindarkan kesalahpahaman di masa datang.

S. Berman

Question

1.      Apa masalah sebenarnya yang anda lihat terjadi antara pihak hotel dan pelanggannya tersebut

2.      Asumsikan informasi tersebut sampai dalam bentuk potongan sesuai dengan email yang dituju. Apa kesalahan orang-orang dalam hierarki tersebut ?

3.      Apa solusi yang anda tawarkan agar permasalahan serupa tidak akan terjadi lagi

1.      Masalah yang terjadi antara pihak hotel dengan pelanggannya :

Pada kasus ini, masalah yang terjadi antara pihak hotel dengan pelanggannya dapat dikategorikan sebagai hambatan pekerja knowledge (pelayan) karena kurangnya koordinasi diantara pelayan dihotel. Kendala yang terjadi berlangsung pada aspek fisik, yaitu :

  • Bertemu langsung dianggap sebagai salah satu penyelesaian komunikasi terbaik. Pada kasus Beer game mengamuk, kesalahan komunikasi yang terjadi mungkin dapat diminimalisir jika saja komunikasi dilakukan lewat tatap muka.
  • Komunikasi secara langsung masih memiliki kemampuan dan cakupan yang dirasa lebih luas dan mudah. Kesalahan pahaman komunikasi antara pelanggan dengan pihak hotel karena penggunaan e-mail, hal ini membuktikan bahwa terkadang email tidak mampu untuk menjembatani komunikasi dari berbagai pihak.
  • Para karyawan sering sekali tidak mau berurusan dengan terlalu banyak hal termasuk dalam penggunaan KM. Hal ini dapat dibuktikan ketika pengurus rumah tangga hotel ingin bertemu langsung dengan pelanggan hotel dari jam 08.00 – 17.00, padahal pelanggan hotel sedang tidak berada di hotel pada jam tersebut.

2.      Kesalahan orang – orang dalam hirarki tersebut jika diasumsikan bahwa potongan email tersebut sesuai dengan email yang dituju, yaitu :

  • Berawal dari cutinya pelayan tetap yang melayani kamar Tn. S.Berman yang sedang cuti dan digantikan oleh pelayan sementara. Pada saat pelayan tetap sudah bekerja kembali, pelayan sementara tidak menyampaikan amanat Tn. S.Berman kepada pelayan tetap, semenjak itu, kesalahan penyampaian informasi semakin terus berlanjut.
  • Masalah sering terjadi ketika Tn. S.Berman menyampaikan informasi atau permintaan atas sabun kepada asisten manager hotel, sementara pembantu rumah tangga yang menghandle masalah tersebut yang dilaksanakan oleh pelayan hotel. Penyampaian informasi diantara banyak orang (asisten manager, pengurus rumah tangga dan pelayan hotel) membuat informasi tersebut tidak utuh lagi seperti pada saat permintaan pertama kali disampaikan oleh Tn. S.Berman. Pada kasus ini seharusnya Tn. S. Berman seharusnya cukup memberitahu kepada pengurus rumah saja

3.               Menurut saya soolusi yang di bisa saya tawarkan agar permasalahan serupa tidak akan terjadi lagi yaitu dengan cara membuat forum permintaan/keluhan pelanggan hotel secara terpusat dalam arti email bukan dituju ke satu orang saja, tetapi dapat dituju ke masing – masing level yang menangani permintaan / keluhan pelanggan. Dengan adanya forum permintaan/keluhan pelanggan hotel secara terpusat diharapkan informasi dapat jelas diterima ketika ada pergantian pekerja hotel, jadi siapapun pihak hotel yang sedang bekerja dapat menangani permintaan pelanggan tanpa harus dikomunikasikan lewat tatap muka.


Mini case 3: Taco Cases

“Pabrik kecil terindah yang ingin Anda lihat” -Begitulah yang dideskripsikan sang pemilik, John Hazen White. Setelah beberapa menit meninggalkan Interstate 95 di Cranston, Pulau Rhode-sebuah pabrik kecil yang indah di Cranston?–di sebelah kiri Anda terlihat sebuah bangunan rendah dari bata merah; dari salah satu sudutnya terdapat menara jam empat tingkat. Selama bertahun-tahun jendela kaca memberikan kesan yang kosong; sekarang bagian muka jam-yang dipasang tahun 1994-sekali lagi berfungsi. Inilah perusahaan Taco, Inc.-sebuah perusahaan penghasil pompa dan katup, yang jadi bukti modal manusia.

Sebagian besar pekerja Taco bekerja di pabrik ini, dan beberapa lainnya ada di pinggiran Sungai Fall, Massachusetts, kampung asal Lizzie Borden. Orang-orang di sana adalah campuran New England yang umum; Irlandia dan Italia, dan Prancis-Kanada, dan sering kali imigran Hispanik dan Asia Tengggara. Ketika Anda memasuki bangunan, seorang penerima tamu duduk langsung di depan Anda di belakang jendela dorong dari kaca. Di sebelah kanan, melalui sebuah tangga. Anda akan sampai ke kantor eksekutif. Di antaranya ada sebuah pintu bertulisan: PUSAT BELAJAR.

Di dalam ruang ini, terdapat kelas-kelas, lab komputer, sebuah perpustakaan, dan sebuah ruang konferensi, dan di akademi dan universitas publik di sekitarnya, perusahaan swasta kecil ini (dengan penjualan tahun 1995 antara $89 – $90 juta) menyediakan kesempatan belajar yang menggiurkan bagi para pekerja-lebih 6 lusin jenis kursus. Di antaranya materi standar dan ringkas seperti program orientasi, latihan kebakaran dan keamanan, pengenalan terhadap produk Taco, program menurunkan berat badan, serta program berhenti merokok. Namun masih ada lagi.

Semua rangkaian pelatihan jelas sangat berhubungan dengan pekerjaan: Ini adalah kelas-beberapa diajarkan di perguruan tinggi-membaca cetak biru, permesinan CNC, audit ISO 9000, proses pengendalian statistik, Total Quality Management, metode-metode manufaktur, pelayanan konsumen, keterampilan menelepon, hukum pekerja. Tetapi masih ada lagi.

Pada juni 1995, lima pekerja Taco meraih diploma yang setara untuk tingkat SMA, Taco menawarkan tiga tingkat kursus; bahasa Inggris sebagai bahasa kedua, melipatgandakan nilai pelatihan dengan menggunakan bahasa tersebut untuk memperkenalkan sejarah Amerika kepada para pelajar, mengajarkan bagaimana cara menghadapi masalah dengan sekolah-sekolah anak-anak mereka, dan menolong mereka belajar keterampilan mengatur uang. Selusin pekerja telah mengambil Pelajaran Percakapan dalarn bahasa Spanyol I dan II, agar dapat berkomunikasi secara lebih baik dengan rekan sekerja yang tidak berbahasa Inggris. juga ada pelajaran aritmetika, aljabar, menghitung, berpidato–dan seni dan bertaman. Tetap masih ada lagi.

Gubenur Pulau Rhode, walikota propinsi, dan pejabat masyarakat yang lain telah datang ke Taco untuk mendeskripsikan pekerjaan mereka dan menjawab berbagai pertanyaan. Hakim pengadilan tinggi datang untuk mengajarkan sejarah. Tujuh pekerja belakangan ini menyerahkan permohonan mendaftar kewarganegaraan Amerika. Anak-anak pekerja pergi menonton pertunjukan ikan paus dengan ahli kelautan dari Universitas Rhode island, dan setelah menghabiskan waktu selama dua minggu untuk membangun dekor, menulis naskah, dan berlatih, mereka lalu diajar memainkan alat musik petik dari anggota Rhode island Philharmonic dan melakukan pertunjukan musik.

Biaya yang harus ditanggung para pekerja; tidak ada, kecuali untuk pelajar di bidang seni yang harus membayar untuk bahan-bahan mereka. Biaya untuk Taco: seperempat juta dolar untuk mendirikan pusat pelatihan, yang telah dikeluarkan akhir tahun 1992; sekitar $200,000 per tahun untuk mengoperasikannya; dan sekitar $100,000 lagi untuk gaji ekstra dan kegagalan produksi tahunan. Jika berkaitan dengan pekerjaan, pekerja berhak mengikuti satu pelajaran pada satu waktu dan tetap digaji atas waktu yang mereka habiskan dalam kelas..

“Saya tidak tahu apa yang terjadi,” kata John Hazen White, “kecuali memang saya ingin melakukannya.” Sehat dan langsing, bermata bening di balik kaca mata, pria berusia 84 tahun ini telah mengambil alih Taco pada tahun 1942 ketika ayahnya-”Pak Tua”, panggilan White terhadap ayahnya-meninggal akibat serangan jantung ketika sedang mencoba untuk mendapatkan kontrak dari Departemen Pertahanan.

Seperti kebanyakan pemilik perusahaan swasta, White tidak memburu keuntungan, tetapi jelas Taco telah banyak memberikan hasil untuknya; Tiga universitas Rhode island-Brown, Johnson & Wales, dan Universitas Rhode Island-telah menerima jutaan dolar sumbangan darinya, dan Pramuka Laut negara bagian itu selama bertahun-tahun telah memulai pelayaran dalam perahu berukuran 54 kaki, sebuah kapal cutter berukuran 29 kaki, dan sebuah sekoci berukuran 40 kaki yang disumbangkannya.

Pengeluaran untuk pelatihan, pendidikan, dan kewarganegaraan. Apakah ini kebaikan hati yang bodoh dari idealisme seseorang yang berumur 80-an atau investasi seorang tua yang baik hati untuk masa depan bisnis keluarga? “Bukankah itu tergantung kami? Tentu saja,” kata White. Bagaimanapun juga dia menolak meletakkan nilai moneter atas balas jasa yang didapatnya: “Itu semua tergantung pada bentuk sikap. Orang-orang merasa mereka ikut menjadi pemain, bukan jadi bola dalam permainan.”

Jika tidak ada kuantifikasi manfaat dari pusat belajar Taco, maka keuntungan tidak akan ada juga. Taco membuat alat sirkulasi, pompa pompa, pengalir panas, pengatur aliran udara, dan berbagai jenis alat lain yang digunakan dalam peralatan pemanas rumah dan AC untuk penggunaan komersial dan perumahan. Kata John White, Jr., 39 tahun, (di sekitar pabrik, dia dikenal sebagai “Johnny” dan ayahnya adalah “Tn. White”), wakil direktur utama Taco: “Ketika saya bergabung dalam bisnis ini tahun 1982, setengah dari industri ini dimiliki perusahaan keluarga. Saya pernah menyaksikan perusahaan mati bagai lalat.”

Taco sendiri terkena tamparan keras pada resesi tahun 1990-1992, yang memukul bidang konstruksi dan juga Taco, dengan cukup berat. Perusahaan tidak mempunyai pertumbuhan penjualan dari tahun 1987 sampai 1991. Menurut Johnny White, walaupun tidak pernah merugi, tingkat keuntungannya kecil sekali. Pada musim semi 1991, penjualan tiba-tiba jatuh secara tajam: jika pada kuartal pertama trend bisnis tetap, maka bisnis Taco akan jatuh 20 persen. Bahkan mungkin tidak dapat bertahan hidup di New England, atau tetap tinggal dalam keluarga.

Ada tiga pilihan. Pertama untuk memotong biaya, pindah ke Selatan dengan tujuan mendapatkan buruh yang lebih murah, dan berharap dapat keluar dari badai; tetapi keluarga White telah melihat terlalu banyak saingan yang tidak bisa lolos dengan strategi itu. Pilihan kedua: melakukan hal yang omong kosong melalui masa resesi, membeli mesin-mesin baru, menerima kerugian, dan bertaruh akan melonjak saat masa pemulihan datang. Inilah risiko yang terlalu besar bagi White. Mereka memilih cara yang lebih sederhana tetapi lebih sulit, bertaruh bahwa modal manusia dapat melakukan apa yang tidak dapat dilakukan modal keuangan. Langkah pertama adalah mengendalikan biaya-biaya, yang berarti memotong pengeluaran modal yang telah direncanakan, dan dengan terpaksa memecat sekitar seperlima tenaga kerja pabrik dan tiga persepuluh staf kantor. Setelah menelan pil pahit tersebut, White mulai melaksanakan rencana: Menyerang persediaan dalam proses yang menyumbat pabrik, dengan demikian dapat menghasilkan
uang tunai; menginvestasi uang tunai tersebut untuk meningkatkan efisiensi pabrik; dan ketika resesi usai, menggunakan penjualan baru pada masa pemulihan untuk membeli peralatan besar sehingga meningkatkan kapasitas produksi tanpa menyewa pegawai tambahan.

Jika perbaikan yang pertama tidak dapat bergantung pada uang anggaran modal, maka untuk mencapainya bersumber pada modal manusia. Johnny White berkata: “Kami membuat komitmen yang tidak akan menggantikan manusia dengan mesin-pemecatan adalah untuk bertahan hidup, tidak untuk menggantikan-dan berkata, ‘Sekarang mari kita bereskan tempat ini’.”

Ada banyak hal yang harus dilakukan. Taco memburu persediaan dengan mencari ide-ide dan persetujuan pada setiap, langkah dari pekerja per jam. Proses kerja ditata ulang satu per satu. Pemasok diberi tahu untuk membuat pengantaran yang lebih kecil, namun lebih sering. Dulu ketika ada lini pekerja yang melakukan pekerjaan kecil terpisah (dengan bagian-bagian kecil yang datang dan pergi dengan hati-hati pada setiap stasiun), di sana mulai muncul kelompok pekerja yang melakukan beberapa operasi serta bekerja dengan kotak suku cadang yang lebih kecil. Stasiun kerja dijalankan untuk mempersingkat perjalanan operator forklift yang dilakukan ke tempat penyimpanan. Tidak ada satu pun perubahan yang besar-besaran, namun memang tidak dibutuhkan perubahan yang drastis. Johnny White berkata: “Perbedaan antara pabrik tersebut terlihat 4 tahun lalu dan pabrik di abad ke-19 adalah seperti ketika seorang wanita menggunakan sepatu berhak tinggi.”

Keberhasilan tergantung pada kemauan pekerja untuk menawarkan ide, nasihat, dan mempelajari tugas-tugas baru–dengan begitu dapat diperoleh keuntungan dari modal manusia terlepas dari modal fisik. Pusat Pelatihan menjadi pusat penawaran yang dibuat Taco bagi para pekerja, seperti dijelaskan Johnny White: “Anda melangkah masuk pabrik dan meningkatkan kemampuan kerja Anda; kami akan menyediakan alat-alat untuk melakukan hal itu.” Dididik dengan kursus-kursus TQM dan metode manufaktur serta diberdayakan melalui keterampilan keuangan dan kewarganegaraan yang mereka miliki, pekerja Taco melihat bahwa ide-ide mereka dapat membuat perbedaan. Sewaktu keadaan ekonomi berbalik, Taco memenuhi janjinya-membawa masuk peralatan baru, tetapi tidak otomatis yang membuat orang-orang kehilangan pekerjaan mereka. Setiap dolar yang Taco bayarkan untuk peralatan mengurangi biaya persediaan. Ini bukanlah pabrik terbagus yang Anda lihat, tetapi dari foto yang diambil pada tahun 1991 sulit membayangkan bangunan yang bercahaya, bersih, dan lapang seperti sekarang.

Dari titik rendah pada musim semi ‘ tahun 1991 sampai musim panas 1995, penjualan berlipat ganda. jurnlah pekerja-tingkat turnover karyawan kurang dari 1%.–tetap tidak berubah. Harga-harga jarang dianggarkan. Tingkat pertambahan produktivitas pekerja tahunan sekitar 20% -keuntungan yang mengejutkan-hampir semuanya diperoleh dari manusia dibandingkan mesin atau teknologi.

Taco mendapatkan hasil yang luar biasa ini hanya dengan kurang dari $700 per pekerja setiap tahun, ketimbang bonus yang biasanya diberikan dan pembagian keuntungan.

Question

  1. Apa pandangan Taco tentang KM
  2. Kira-kira apa harapan Taco dengan mengadakan berbagai pelatihan tersebut
  3. Kalau anda diposisi John Hazer White, akankah anda melakukan hal yang sama atau ada strategi yang lain
  4. Apa pendapatmu tentang strategi Taco di masa krisis
  5. Apa hal penting yang bisa dipelajari

1.         Apa pandangan Taco tentang KM

Menurut saya pandangan Taco tentang KM seperti yang telah dijelaskan diatas pada Taco Cases jelas sekali terlihat pada penekanan terhadap aset intelectual yang ada pada Taco Inc. Perusahaan Taco percaya bahwa manusia lebih berharga dari teknologi atau mesin dan merupakan aset perusahaan oleh karena itu Taco berani mengeluarkan modal sebesar apapun untuk pelatihan dan pengembangan para karyawannya.

Aspek yang dianggap melandasi Knowledge Management pada perusahaan Taco adalah :

a.          Defining Knowledge Goals : The Starting Point Knowledge Management

b.         “The Knowledge Base and Organizational Learning” yaitu proporsi utama dari pengetahuan perusahaan adanya di pikiran – pikiran karyawannya sebagai unit terkecil. Hal tersebut dapat dilihat dari prinsip Taco yang menyatakan “Keberhasilan tergantung pada kemauan pekerja untuk menawarkan ide, nasihat, dan mempelajari tugas-tugas baru–dengan begitu dapat diperoleh keuntungan dari modal manusia terlepas dari modal fisik.”

Mendefinisikan Knowledge Goals yang terfomulasikan dengan baik merupakan titik awal dari sebuah KM agar perusahaan dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Pada kasus Taco, pendefinisian Knowledge Goals meliputi : Pengendalian biaya – biaya, menyerang persediaan dalam proses yang menyumbat pabrik, menginvestasi uang tunai dan ketika resesi usai, Taco menggunakan penjualan baru untuk masa pemulihan guna membeli perlatan besar.

Langkah – langkah dari Knowledge Goal yang didefinisikan Taco yang terformulasikan dengan baik, terbukti dapat menyelamatkan perusahan Taco dari krisis keuangan.

  • Acquiring External Knowledge

Sumber eksternal knowledge juga dibutuhkan sebagai akibat dari pesatnya pertumbuhan dan banyaknya bagian dari perkembangan knowledge. Untuk pengembangan dan pelatihan karyawan, perusahaan Taco mendatangkan Gubenur Pulau Rhode, walikota propinsi, dan pejabat masyarakat, hakim pengadilan tinggi untuk mendidik dan melatih para karyawan bahkan anak – anak karyawan di perusahaan Taco.

2.         Kira-kira apa harapan Taco dengan mengadakan berbagai pelatihan tersebut ?

Menurut saya harapan Taco terhadap para karyawannya dengan mengadakan berbagai pelatihan adalah untuk menimbulkan rasa memiliki dan mencintai perusahaan dikalangan karyawan. Sesuai dengan komitmen yang diucapkan Taco yang bersumber pada modal manusia bukan pada modal anggaran, teknologi atau mesin, maka pelatihan dan pengembangan karyawan diharapkan akan membawa ide, nasihat, dan pembelajaran  kepada tugas – tugas baru yang akan dilakukan oleh karyawannya, dengan begitu dapat diperoleh keuntungan dari modal manusia untuk perusahaan Taco. Hal tersebut terbukti ketika terjadi krisis di perusahaan Taco, dengan adanya modal manusia dengan knowledge yang tinggi, maka perusahaan Taco akan dapat bangkit kembali. Modal manusia tersebut tidak dapat digantikan oleh anggaran, mesin maupun teknologi.

3.         Kalau anda diposisi John Hazer White, akankah anda melakukan hal yang sama atau ada strategi yang lain?

Jika saya berada pada posisi John Hazer White, saya akan melakukan hal yang sama dengan dia yaitu dengan mengedepankan modal manusia dibanding dengan modal anggaran, mesin atau teknologi. Alasannya adalah knowledge yang ada pada  manusia tidak selalu dapat ditransfer ke teknologi, contohnya pada tacit knowledge yang berada dalam setiap individu dimana cara transfer knowledge harus dilakukan dengan sosialisasi melalui contoh praktek dari manusia ke manusia dan tidak dapat didokumentasikan melalui teknologi, sedangkan knowledge teknologi, mesin atau anggaran dapat dipelajari oleh setiap manusia asalkan manusia itu mempunyai kemauan keras untuk mempelajarinya.

4.         Apa pendapatmu tentang strategi Taco di masa krisis ?

Strategi Taco di masa krisis yaitu :

  1. Mengendalikan biaya-biaya, yang berarti memotong pengeluaran modal yang telah direncanakan, dan dengan terpaksa memecat sekitar seperlima tenaga kerja pabrik dan tiga persepuluh staf kantor.
  2. Menyerang persediaan dalam proses yang menyumbat pabrik, dengan demikian dapat menghasilkan uang tunai;
  3. menginvestasi uang tunai tersebut untuk meningkatkan efisiensi pabrik; dan
  4. ketika resesi usai, menggunakan penjualan baru pada masa pemulihan untuk membeli peralatan besar sehingga meningkatkan kapasitas produksi tanpa menyewa pegawai tambahan.

Menurut saya, tiga langkah (point b,c dan d) strategi Taco di masa krisis sudah sesuai dengan pendapat saya. Namun saya tidak setuju dengan langkah Taco pada point a karena tidak sesuai dengan komitmen Taco yang menjadikan karyawan sebagai modal utama perusahaan dibandingkan dengan modal anggaran, mesin dan teknologi. Menurut saya, seharusnya Taco tidak langsung memecat karyawannya, tetapi hanya merumahkan sementara para karyawannya. Seleksi bagi karayawan yang dirumahkan harus benar – benar ketat, hanya karyawan dengan produktivitas yang rendah yang pantas dirumahkan. Setelah perusahaan Taco bangkit kembali, hendaknya Taco mempekerjakan karyawannya kembali sebagai aset perusahaan yang tak ternilai harganya. Proses pemecatan karyawan akan merugikan perusahaan Taco karena sudah mahal – mahal Taco mengeluarkan biaya pelatihan untuk para karyawannya namun karyawan tersebut malah dipecat sehingga tidak dapat menghasilkan apa – apa bagi perusahaan Taco.

1.         Apa hal penting yang bisa dipelajari ?

Berdasarkan Mini Case Taco, dapat diambil pelajaran bahwa begitu pentingnya modal manusia yang ada di suatu perusahaan. Perusahaan tidak akan rugi dalam mengeluarkan uang untuk pelatihan para karyawannya. Dengan berkembangnya knowledge di setiap karyawan, maka akan menambah loyalitas karyawan tersebut terhadap perusahaan yang secara tidak langsung akan menguntungkan perusahaan. Hal tersebut dapat dilihat dengan unggulnya perusahaan dalam kompetensi di era globalisasi dan pada masa krisis perusahaan, karyawan dengan loyalitas yang tinggi tidak akan meninggalkan perusahaan begitu saja ketika perusahaan sedang krisis, mereka akan tetap berada di perusahaan dan bekerja sebaik mungkin dengan skill dan knowledge yang mereka miliki untuk membangkitkan perusahaan kembali dari krisis. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan loyalitas dan semangat kerja para karyawan Taco sehingga dapat dengan cepat membangkitkan kembali keadaan Taco dari keterpurukan. Menjadikan manusia sebagai modal utama di perusahaan merupakan langkah tepat karena tidak semua hal – hal yang ada dipikiran manusia dapat di transfer ke dalam teknologi. Tacit Knowledge merupakan contoh perlunya sosialisasi dari manusia ke manusia dalam mentransfer ilmu pengetahuan, sedangkan modal anggaran, mesin dan teknologi masih dapat ditransfer lewat pembelajaran dan pelatihan yang diberikan kepada manusia untuk mempelajari anggaran, mesin dan teknologi tersebut.

Jika modal manusia tidak diperhatikan di dalam suatu perusahaan, maka loyalitas karyawan terhadap perusahaan akan rendah sekali. Hal tersebut akan berengaruh kepada kompetensi perusahaan yang tidak dapat maju di era glibalisasi seperti saat ini. Jika perusahaan sudah tidak dapat berkompetensi, maka krisis akan terjadi di perusahaan itu sendiri, jika perusahaan sudah berada dalam keterpurukan, maka tidak lama kemudian perusahaan tersebut akan menjadi bangkrut karena tidak ada lagi karyawan dengan loyalitas tinggi yang mau membantu membangun perusahaan kembali.

Read Users' Comments (0)

BINUS Online Learning

Knowledge Management

Pertemuan 01

Tugas Pribadi 1


Mini case 1 – Saatchi & Saatchi

In December 1994, as a result of sustained pressure from the principal shareholders, Maurice Saatchi was dismissed from his post as chairman of the company. Saatchi, a controversial figure, had founded and managed the firm. His dismissal was intended to prevent a further sharp fall in the company’s share prices, and it was greeted with initial enthusiasm.

However, the consequences were fatal. Maurice Saatchi quickly formed a new company, continued to trade under the name of Saatchi, and recruited many of the most creative employees from the old company. Owing to this enormous loss of intellectual capital, CORDIANT, the company which succeeded SAATCHI & SAATCHI, lost customer accounts worth over £50m. in a matter of weeks. The share price collapsed by a further third in the following six months.

Mini case 2 – Volkswagen & General Motors

The danger of losing knowledge when key workers depart is by no means restricted to traditionally creative industries such as advertising, design or entertainment. A case in point is the dramatic move of Josh Ignacio Upez, chief of purchasing at GENERAL MOTORS, to VOLKSWAGEN.

This move was the subject of a lengthy debate. GENERAL MOTORS initially made massive demands for damages, alleging that documents or computer files had been transferred illegally. However, this dispute was eclipsed by the fact that here too, the loss of a key employee was followed by the exodus of a whole group of highly skilled managers. Uncoded intellectual assets of incalculable value were carried off in the heads of the renegades, and were irrevocably lost for GENERAL MOTORS.


Questions to answer

Untuk kedua kasus diatas berikan bahasan anda untuk :

  • Apa faktor knowledge dalam penekanan kasus diatas?
  • Apa saja kesalahan dari perubahan-perusahaan yang ada diatas?
  • Apa saja faktor pembelajaran yang didapat dari kasus pendek diatas?

Jawaban :

1. Faktor knowledge dalam penekanan kasus diatas menurut saya, yaitu :

Pada Case Saatchi & Saatchi

Saatchi sebagai mantan ketua perusahaan sebelumnya, dengan kemampuan knowledge nya sebagai manager disebuah perusahaan, Saatchi berusaha mengembangkan intelektual bisnis nya, walau saatchi sudah dipecat oleh perusahaan lama tetapi tetap berusaha memajukan bisnis usaha baru dengan pengalaman mendirikan perusahaan lama dia memiliki wawasan mengembangkan perusahaan baru dengan lebih cepat (Hal ini adalah salah satu contoh pemanfaatan knowledge management). Saatchi memanfaatkan/merekrut sumberdaya yang kompeten yang sangat berarti dan sudah dipercaya sebelumnya.

Pada Case Volkswagen & General Motors

Suatu lembaga/organisasi atau perusahaan sangat tergantung pada beberapa factor yang mendukung diantaranya adalah SDM (sumber daya manusia). Pada kasus diatas sumber daya manusia memiliki peran yang penting dalam membangun suatu perusahaan, kehilangan kunci atau SDM yang berperan penting mempengaruhi kualitas kerja atau system yang berjalan didalam sebuah perusahaan. Oleh karena itu dalam memberi kebijakan pemutusan kerja seorang  direktur perusahaan harus melihat dampak ataukah pekerja tersebut kunci dari suatu perusahaan.

2. Kesalahan-kesalahan dari perubahan perusahaan yang ada diatas yaitu :

a. Saatchi & Saatchi, yaitu :

  • Perusahaan baru seperti Saatchi seharusnya harus mempunyai sebuah system yang bisa memonitor tingkat kegagalan dalam hal ini adalah Management Resiko. Hal ini diperlukan untuk bisa mengwavaluasi kinerja system yang dibangun didalam sebuah perusahaan.
  • Pada perusahaan baru yang dibangun oleh Saatchi tidak memiliki sistem dan tujuan yang baru tetapi lebih menekankan atau berfokus pada tujuan perusahaan sebelumnya.
  • Pada perusahaan lama akibat dari keluarnya Saatchi membuat penilaian suatu karyawan yang berkompeten menjadi tidak bernilai sehingga perusahaan lain membajak kompeten tersebut.
  • Pada perusahaan baru yang dibangun oleh Saatchi tidak memiliki pemegang saham sehingga tidak dapat mengontrol dan menshare kondisi dan kinerja perusahan. Hal ini dikarenakan efek samping kerugian dicopotnya saatchi dari perusahaan yang lama

b. Pada Case Volkswagen & General Motors yaitu :

  • Perusahaan kurang memberikan perhatian lebih terhadap managemen SDM dan loyalitas banyak pegawai sehingga banyak pegawai hanya bertumpu pada atasan, dan mengakibatkan apabila atasan dipecat bawahan menjadi ragu dalam melakukan kegiatan pekerjaan selanjutnya.
  • Perusahaan GENERAL MOTORS terlalu memberikan kewenangan lebih terhadap seseorang pekerja yang aktif dan memberikan tanggung jawab yang sangat besar terhadap seseorang dengan tidak diiringi oleh back-up pegawai asisten yang mengetahui kinerja pegawai kunci.
  • Perusahaan memberikan alternatif/pertimbangan apabila ditinggalkan oleh pegawai kunci sehingga tidak tidak keteledoran akibat ditinggal pegawai yang aktif dan mengetahui perusahaan. Perusahaan harus membuat sebuah peraturan kepada pada pegaewainya untuk tidak semena-mena melepaskan diri dalam sebuah perusahan.

3. Faktor pembelajaran yang didapat dari dua kasus pendek diatas adalah:
Pada setiap perusahaan, faktor Knowledge Managemen dan Integritas Intelektual sangat berpengaruh terhadap perkembangan suatu perusahaan yaitu berupa : strategi bisnis perusahaan, sistem organisasi (manajemen perusahaan), pengelolaan sumber daya manusia. Pengaruh tersebut sangat penting diperhatikan untuk kemajuan perusahaan.
Faktor dari Sumber Daya Manusia berupa pekerja dan pemimpin merupakan hal yang harus juga diperhatikan dalam memanajemenkan perusahaan. Dan diperlukan ciri khas perusahaan (visi dan misi) untuk lebih memotivasi dan memberikan nilai lebih karena tidak meniru ciri khas perusahaan lain. Faktor-faktor tersebutlah yang menjadikan perusahaan dapat berjalan dan mencapai tujuan yang diinginkan.

Saya Mengngutip kalimat diatas dari referensi pada Lecture Note

Read Users' Comments (0)

Welcome to Binusian Blog World !

Welcome to Binusian blog. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging! Happy Blogging 🙂

Binusian Link

  • BEEBLOGGER FORUM
  • BINUS CENTER
  • BINUS CORPORATE
  • BINUS INTERNATIONAL
  • BINUS ONLINE LEARNING
  • BINUS BUSINESS SCHOOL
  • BINUS SCHOOL
  • BINUS UNIVERSITY
  • Read Users' Comments (0)
     Page 2 of 2 « 1  2